Hari 6: Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN
2 Oktober 2026 · Hari 6

Hari 6: Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN

Halaman 150-151 | Pasal 15, Paragraf 26-30 | KSZ1 150.1-KSZ1 151.2

Ayat Inti

Yohanes 2:11

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 13 membaca Bab 15: Pada Pesta Pernikahan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 150.1 Allah telah menuntun Yohanes Pembaptis untuk tinggal di padang belantara, supaya ia dapat terlindung dari pengarah imam-imam dan rabirabi, dan disiapkan untuk tugas istimewa. Akan tetapi kehematannya dan pengasingan hidupnya bukan menbdajadi teladan bagi orang banyak. Yohanes sendiri tidak pernah menyuruh para pendengarnya meninggalkan kewajiban-kewajiban mereka yang dahulu. Ia menyuruh mereka menunjukkan bukti pertobatan mereka oleh kesetiaan kepada Allah di tempat di mana mereka itu telah dipanggil-Nya.

KSZ1 150.2 Yesus mencela pemanjaan diri dalam segenap bentuknya, namun Ia bersifat suka bergaul. Ia menerima keramahtamahan dari segala golongan masyarakat, mengunjungi ramah-ramah para hartawan dan fakir miskin, yang terpelajar dan yang bodoh, serta berusaha mengangkat pikiran mereka dari soal-soal hidup biasa kepada perkara-perkara yang bersifat rohani dan kekal. Ia tidak mengizinkan pemborosan, dan tidak ada bayang-bayang kesembronoan duniawi menodai kelakuan-Nya; namun Ia merasa senang melihat peristiwa kebahagiaan yang polos, dan dengan hadirat-Nya Ia membenarkan pertemuan sosial. Pernikahan di dalam bangsa Yahudi adalah suatu upacara yang menarik hati, dan kegembiraannya tidaklah menggusarkan hati Anak manusia itu. Oleh menghadiri pesta ini, Yesus menghormati pernikahan selaku suatu peraturan Ilahi.

KSZ1 150.3 Baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru, hubungan pernikahan digunakan untuk mengibaratkan persatuan yang manis serta suci yang ada antara Kristus dan umat-Nya. Bagi pikiran Yesus kegembiraan dalam keramaian pernikahan menunjuk jauh kepada kegembiraan hari itu apabila kelak Ia membawa mempelai-Nya perempuan ke rumah Bapa-Nya, maka yang ditebus itu bersama-sama dengan PenebusNya duduk untuk perjamuan nikah Anak Domba itu. Kata-Nya, “Seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Aliahmu akan girang hati atasmu.” “Tidak akan disebut lagi ‘yang ditinggalkan suami’;... tetapi engkau akan dinamai ‘yang berkenan kepada-Ku’... sebab Tuhan telah berkenan kepadamu.” “Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,” Yesaya 62:5, 4; Zefanya 3:17. Ketika Wahyu tentang perkara-perkara semawi dianugerahkan kepada Rasul Yohanes, ia menulis, “Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti dera gurah yang hebat, katanya: Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.” “Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Why. 19:6, 7, 9.

KSZ1 151.1 Yesus melihat di dalam tiap-tiap jiwa seorang yang kepadanya mesti diberikan panggilan supaya datang ke dalam kerajaan-Nya. Ia menarik hati orang oleh menggabungkan diri-Nya dengan mereka sebagai seorang yang menginginkan kebahagiaan mereka. Ia mencari mereka di jalan umum, di ramah pribadi, di perahu , di tempat kebaktian, di tepi danau, dan di pesta nikah. Ia menemui mereka di tempat pekerjaan mereka sehari-hari, dan menunjukkan perhatian pada soal-soal kehidupan mereka. Ia membawa pengajaran-Nya ke setiap ramah tangga, dengan membawa keluarga-keluarga dalam ramahnya sendiri ke bawah pengarah hadirat Ilahi-Nya itu. Simpati-Nya yang kuat menolong menarik hati banyak orang. la sering pergi ke gunung-gunung untuk berdoa sendirian, tetapi ini adalah persiapan untuk pekerjaan-Nya di antara manusia yang sibuk bekerja. Dari saat berdoa inilah Ia keluar untuk menolong orang yang sakit, untuk mengajar orang yang tidak berpengetahuan, dan untuk menghancurkan belenggu-belenggu segala tawanan Setan.

KSZ1 151.2 Oleh hubungan dan pergaulan pribadilah Yesus melatih murid-muridNya. Kadang-kadang Ia mengajar mereka, dengan duduk di antara mereka di lereng gunung; kadang-kadang di pinggir laut, atau berjalan dengan mereka dijalan, dinyatakan-Nya rahasia-rahasia kerajaan Allah. Ia tidak berkhotbah, seperti yang dilakukan orang pada zaman ini. Di mana saja hati orang terbuka untuk menerima pekabaran Ilahi, dibukakan-Nya kebenaran jalan keselamatan. Ia tidak memerintahkan murid-murid-Nya supaya melakukan ini atau itu, melainkan mengatakan, “Ikutlah Aku.” Dalam segala perjalanan-Nya melalui desa-desa dan kota-kota dibawaNya mereka itu serta-Nya, supaya mereka dapat melihat bagaimana Ia mengajar orang banyak. Dihubungkan-Nya kepentingan mereka dengan kepentingan-Nya. dan mereka itu bersatu dengan Dia dalam pekerjaan.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

2 Oktober 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN
Halaman 150-151 | Pasal 15, Paragraf 26-30 | KSZ1 150.1-KSZ1 151.2

Ayat Inti:
Yohanes 2:11
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 13 membaca Bab 15: Pada Pesta Pernikahan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-13-hari-6-2026-10-02

Teks Lengkap:

Allah telah menuntun Yohanes Pembaptis untuk tinggal di padang belantara, supaya ia dapat terlindung dari pengarah imam-imam dan rabirabi, dan disiapkan untuk tugas istimewa. Akan tetapi kehematannya dan pengasingan hidupnya bukan menbdajadi teladan bagi orang banyak. Yohanes sendiri tidak pernah menyuruh para pendengarnya meninggalkan kewajiban-kewajiban mereka yang dahulu. Ia menyuruh mereka menunjukkan bukti pertobatan mereka oleh kesetiaan kepada Allah di tempat di mana mereka itu telah dipanggil-Nya. [KSZ1 150.1]

Yesus mencela pemanjaan diri dalam segenap bentuknya, namun Ia bersifat suka bergaul. Ia menerima keramahtamahan dari segala golongan masyarakat, mengunjungi ramah-ramah para hartawan dan fakir miskin, yang terpelajar dan yang bodoh, serta berusaha mengangkat pikiran mereka dari soal-soal hidup biasa kepada perkara-perkara yang bersifat rohani dan kekal. Ia tidak mengizinkan pemborosan, dan tidak ada bayang-bayang kesembronoan duniawi menodai kelakuan-Nya; namun Ia merasa senang melihat peristiwa kebahagiaan yang polos, dan dengan hadirat-Nya Ia membenarkan pertemuan sosial. Pernikahan di dalam bangsa Yahudi adalah suatu upacara yang menarik hati, dan kegembiraannya tidaklah menggusarkan hati Anak manusia itu. Oleh menghadiri pesta ini, Yesus menghormati pernikahan selaku suatu peraturan Ilahi. [KSZ1 150.2]

Baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru, hubungan pernikahan digunakan untuk mengibaratkan persatuan yang manis serta suci yang ada antara Kristus dan umat-Nya. Bagi pikiran Yesus kegembiraan dalam keramaian pernikahan menunjuk jauh kepada kegembiraan hari itu apabila kelak Ia membawa mempelai-Nya perempuan ke rumah Bapa-Nya, maka yang ditebus itu bersama-sama dengan PenebusNya duduk untuk perjamuan nikah Anak Domba itu. Kata-Nya, “Seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Aliahmu akan girang hati atasmu.” “Tidak akan disebut lagi ‘yang ditinggalkan suami’;... tetapi engkau akan dinamai ‘yang berkenan kepada-Ku’... sebab Tuhan telah berkenan kepadamu.” “Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,” Yesaya 62:5, 4; Zefanya 3:17. Ketika Wahyu tentang perkara-perkara semawi dianugerahkan kepada Rasul Yohanes, ia menulis, “Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti dera gurah yang hebat, katanya: Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.” “Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Why. 19:6, 7, 9. [KSZ1 150.3]

Yesus melihat di dalam tiap-tiap jiwa seorang yang kepadanya mesti diberikan panggilan supaya datang ke dalam kerajaan-Nya. Ia menarik hati orang oleh menggabungkan diri-Nya dengan mereka sebagai seorang yang menginginkan kebahagiaan mereka. Ia mencari mereka di jalan umum, di ramah pribadi, di perahu , di tempat kebaktian, di tepi danau, dan di pesta nikah. Ia menemui mereka di tempat pekerjaan mereka sehari-hari, dan menunjukkan perhatian pada soal-soal kehidupan mereka. Ia membawa pengajaran-Nya ke setiap ramah tangga, dengan membawa keluarga-keluarga dalam ramahnya sendiri ke bawah pengarah hadirat Ilahi-Nya itu. Simpati-Nya yang kuat menolong menarik hati banyak orang. la sering pergi ke gunung-gunung untuk berdoa sendirian, tetapi ini adalah persiapan untuk pekerjaan-Nya di antara manusia yang sibuk bekerja. Dari saat berdoa inilah Ia keluar untuk menolong orang yang sakit, untuk mengajar orang yang tidak berpengetahuan, dan untuk menghancurkan belenggu-belenggu segala tawanan Setan. [KSZ1 151.1]

Oleh hubungan dan pergaulan pribadilah Yesus melatih murid-muridNya. Kadang-kadang Ia mengajar mereka, dengan duduk di antara mereka di lereng gunung; kadang-kadang di pinggir laut, atau berjalan dengan mereka dijalan, dinyatakan-Nya rahasia-rahasia kerajaan Allah. Ia tidak berkhotbah, seperti yang dilakukan orang pada zaman ini. Di mana saja hati orang terbuka untuk menerima pekabaran Ilahi, dibukakan-Nya kebenaran jalan keselamatan. Ia tidak memerintahkan murid-murid-Nya supaya melakukan ini atau itu, melainkan mengatakan, “Ikutlah Aku.” Dalam segala perjalanan-Nya melalui desa-desa dan kota-kota dibawaNya mereka itu serta-Nya, supaya mereka dapat melihat bagaimana Ia mengajar orang banyak. Dihubungkan-Nya kepentingan mereka dengan kepentingan-Nya. dan mereka itu bersatu dengan Dia dalam pekerjaan. [KSZ1 151.2]