1 Oktober 2026 · Hari 5
Hari 5: Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN
Halaman 148-149 | Pasal 15, Paragraf 21-25 | KSZ1 148.4-KSZ1 149.4
Ayat Inti
Yohanes 2:11
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 13 membaca Bab 15: Pada Pesta Pernikahan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 148.4 Kristuslah yang dalam Perjanjian Lama memberikan amaran kepada bangsa Israel, “Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya.” Amsal 20:1. Dan Ia Sendiri tidak menyediakan minuman yang sedemikian. Setan menggoda manusia ke dalam pemanjaan diri yang akan mengaburkan pertimbangan serta menumpulkan pengertian rohani, tetapi Kristus mengajar kita supaya menundukkan sifat-sifat hawa nafsu. Seluruh hidupNya menjadi suatu teladan dalam hal penyangkalan diri. Supaya dapat menghancurkan kuasa selera, Ia menderita untuk kita ujian yang paling keras yang dapat ditanggung oleh manusia. Kristuslah yang memberikan petunjuk supaya Yohanes Pembaptis jangan meminum baik air anggur maupun minuman keras. Ialah juga yang memerintahkan pertarakan seperti itu kepada istri Manoah. Maka Ia mengucapkan laknat kepada orang yang menaruh botol minuman keras ke bibir sesamanya manusia. Kristus tidak membantah ajaran-Nya sendiri. Air anggur yang tidak beragi yang disediakan-Nya untuk para tamu pesta nikah itu adalah minuman yang sehat serta menyegarkan. Pengaruhnya haruslah menyesuaikan cita rasa dengan selera yang sehat.
KSZ1 149.1 Sementara para tamu yang di pesta itu menyebut-nyebut mutu air anggur itu, diadakanlah penyelidikan dan memperoleh dari pelayan-pelayan hal ihwal mukjizat itu. Seketika lamanya seluruh himpunan itu keheran-heranan memikirkan Dia yang telah mengadakan perbuatan ajaib itu. Ketika pada akhirnya mereka mencari Dia, ternyata bahwa Ia telah pergi dengan diam-diam sehingga tidak diperhatikan oleh muridmurid-Nya sekalipun.
KSZ1 149.2 Perhatian himpunan itu kini dialihkan kepada murid-murid itu. Untuk pertama kali mereka mendapat kesempatan untuk mengakui iman mereka kepada Yesus. Mereka menceritakan apa yang telah mereka lihat dan dengar di Yordan, lalu timbullah di dalam hati banyak orang harapan bahwa Allah telah membangkitkan seorang pelepas bagi umat-Nya. Kabar tentang mukjizat itu pun tersiarlah ke segenap daerah itu serta disampaikan ke Yerusalem. Dengan perhatian yang baru imam-imam dan tua-tua menyelidiki segala nubuatan yang menunjuk kepada kedatangan Kristus. Terbitlah keinginan yang sungguh-sungguh untuk mempelajari tugas Guru baru ini, yang menampakkan diri-Nya di antara orang banyak dengan cara yang begitu rendah hati.
KSZ1 149.3 Pekerjaan Kristus nyata benar bedanya dengan pekerjaan tua-tua bangsa Yahudi. Penghormatan mereka terhadap segala tradisi dan upacara-upacara resmi telah memusnahkan semua kemerdekaan pikiran atau perbuatan yang sungguh. Mereka selamanya hidup dalam ketakutan akan kenajisan. Untuk menghindarkan sentuhan dengan “yang najis,” mereka mengasingkan diri, bukan saja dari orang-orang kafir, tetapi juga dari kebanyakan bangsa mereka sendiri, dengan tidak berusaha untuk mendatangkan keuntungan kepada mereka ataupun untuk menarik persahabatannya. Dengan selalu merenungkan hal-hal ini, mereka telah mengerdilkan pikiran serta mempersempit lingkungan hidup mereka. Teladan yang mereka berikan itu menganjurkan sifat mementingkan diri serta ketidaksabaran di antara segenap lapisan masyarakat.
KSZ1 149.4 Yesus memulai pekerjaan pembaruan oleh menunjukkan simpati yang erat dengan manusia. Meskipun Ia menunjukkan penghormatan yang sebesar-besarnya bagi Taurat Allah, Ia mengecam kealiman pura-pura di pihak kaum Farisi, serta berusaha membebaskan orang banyak dari segala peraturan yang tidak masuk di akal, yang mengikat mereka. Ia sedang berusahahendak merubuhkan segala penghalang yang memisahkan lapisan-lapisan masyarakat yang berbeda-beda, supaya Ia dapat mempersatukan manusia sebagai anak-anak dalam satu keluarga. Kehadiran-Nya di pesta nikah itu dimaksudkan untuk menjadi suatu langkah ke arah pelaksanaan maksud ini.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
1 Oktober 2026 | Hari 5
Hari 5: Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN
Halaman 148-149 | Pasal 15, Paragraf 21-25 | KSZ1 148.4-KSZ1 149.4
Ayat Inti:
Yohanes 2:11
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 13 membaca Bab 15: Pada Pesta Pernikahan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-13-hari-5-2026-10-01
Teks Lengkap:
Kristuslah yang dalam Perjanjian Lama memberikan amaran kepada bangsa Israel, “Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya.” Amsal 20:1. Dan Ia Sendiri tidak menyediakan minuman yang sedemikian. Setan menggoda manusia ke dalam pemanjaan diri yang akan mengaburkan pertimbangan serta menumpulkan pengertian rohani, tetapi Kristus mengajar kita supaya menundukkan sifat-sifat hawa nafsu. Seluruh hidupNya menjadi suatu teladan dalam hal penyangkalan diri. Supaya dapat menghancurkan kuasa selera, Ia menderita untuk kita ujian yang paling keras yang dapat ditanggung oleh manusia. Kristuslah yang memberikan petunjuk supaya Yohanes Pembaptis jangan meminum baik air anggur maupun minuman keras. Ialah juga yang memerintahkan pertarakan seperti itu kepada istri Manoah. Maka Ia mengucapkan laknat kepada orang yang menaruh botol minuman keras ke bibir sesamanya manusia. Kristus tidak membantah ajaran-Nya sendiri. Air anggur yang tidak beragi yang disediakan-Nya untuk para tamu pesta nikah itu adalah minuman yang sehat serta menyegarkan. Pengaruhnya haruslah menyesuaikan cita rasa dengan selera yang sehat. [KSZ1 148.4]
Sementara para tamu yang di pesta itu menyebut-nyebut mutu air anggur itu, diadakanlah penyelidikan dan memperoleh dari pelayan-pelayan hal ihwal mukjizat itu. Seketika lamanya seluruh himpunan itu keheran-heranan memikirkan Dia yang telah mengadakan perbuatan ajaib itu. Ketika pada akhirnya mereka mencari Dia, ternyata bahwa Ia telah pergi dengan diam-diam sehingga tidak diperhatikan oleh muridmurid-Nya sekalipun. [KSZ1 149.1]
Perhatian himpunan itu kini dialihkan kepada murid-murid itu. Untuk pertama kali mereka mendapat kesempatan untuk mengakui iman mereka kepada Yesus. Mereka menceritakan apa yang telah mereka lihat dan dengar di Yordan, lalu timbullah di dalam hati banyak orang harapan bahwa Allah telah membangkitkan seorang pelepas bagi umat-Nya. Kabar tentang mukjizat itu pun tersiarlah ke segenap daerah itu serta disampaikan ke Yerusalem. Dengan perhatian yang baru imam-imam dan tua-tua menyelidiki segala nubuatan yang menunjuk kepada kedatangan Kristus. Terbitlah keinginan yang sungguh-sungguh untuk mempelajari tugas Guru baru ini, yang menampakkan diri-Nya di antara orang banyak dengan cara yang begitu rendah hati. [KSZ1 149.2]
Pekerjaan Kristus nyata benar bedanya dengan pekerjaan tua-tua bangsa Yahudi. Penghormatan mereka terhadap segala tradisi dan upacara-upacara resmi telah memusnahkan semua kemerdekaan pikiran atau perbuatan yang sungguh. Mereka selamanya hidup dalam ketakutan akan kenajisan. Untuk menghindarkan sentuhan dengan “yang najis,” mereka mengasingkan diri, bukan saja dari orang-orang kafir, tetapi juga dari kebanyakan bangsa mereka sendiri, dengan tidak berusaha untuk mendatangkan keuntungan kepada mereka ataupun untuk menarik persahabatannya. Dengan selalu merenungkan hal-hal ini, mereka telah mengerdilkan pikiran serta mempersempit lingkungan hidup mereka. Teladan yang mereka berikan itu menganjurkan sifat mementingkan diri serta ketidaksabaran di antara segenap lapisan masyarakat. [KSZ1 149.3]
Yesus memulai pekerjaan pembaruan oleh menunjukkan simpati yang erat dengan manusia. Meskipun Ia menunjukkan penghormatan yang sebesar-besarnya bagi Taurat Allah, Ia mengecam kealiman pura-pura di pihak kaum Farisi, serta berusaha membebaskan orang banyak dari segala peraturan yang tidak masuk di akal, yang mengikat mereka. Ia sedang berusahahendak merubuhkan segala penghalang yang memisahkan lapisan-lapisan masyarakat yang berbeda-beda, supaya Ia dapat mempersatukan manusia sebagai anak-anak dalam satu keluarga. Kehadiran-Nya di pesta nikah itu dimaksudkan untuk menjadi suatu langkah ke arah pelaksanaan maksud ini. [KSZ1 149.4]