Hari 4: Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN
30 September 2026 · Hari 4

Hari 4: Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN

Halaman 147-148 | Pasal 15, Paragraf 16-20 | KSZ1 147.1-KSZ1 148.3

Ayat Inti

Yohanes 2:11

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 13 membaca Bab 15: Pada Pesta Pernikahan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 147.1 Sebagaimana manusia menghidangkan air anggur yang paling baik lebih dahulu, kemudian yang kurang baik, demikian juga dunia ini dengan segala pemberiannya. Apa yang ditawarkannya boleh jadi menyenangkan mata serta mempesona segenap perasaan, tetapi ternyata tidak memuaskan. Air anggur itu berubah menjadi pahit, kegembiraan menjadi kemurungan. Apa yang dimulai dengan nyanyian dan sukacita, berakhir dengan kepenatan dan kebosanan. Akan tetapi segala pemberian Yesus selamanya segar dan baru. Pesta yang disediakan-Nya bagi jiwa, tidak pemah gagal untuk memberikan kepuasan dan kesukaan. Setiap pemberian yang baru memperbesar kesanggupan penerimanya untuk menghargai serta menikmati berkat-berkat Tuhan. Ia mengaruniakan rahmat untuk rahmat. Persediaan tidak akan habis. Jika engkau tinggal di dalam Dia, perihal engkau menerima karunia yang besar hari ini, memastikan penerimaan karunia yang lebih besar lagi esok hari. Perkataan Yesus kepada Natanael menyatakan hukum perlakuan Allah terhadap anak-anak iman. Setiap kali Ia menyatakan kasih-Nya, Ia berkata kepada hati yang suka menerima, “Engkau percaya? engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar daripada itu.” Yohanes 1: 50.

KSZ1 147.2 Karunia Kristus pada pesta nikah itu adalah suatu lambang. Air mengibaratkan baptisan ke dalam kematian-Nya; air anggur itu, pencurahan darah-Nya untuk dosa-dosa dunia ini. Air untuk mengisi segala tempayan itu dibawa oleh tangan manusia, tetapi firman Kristus sajalah dapat membubuhkan kepadanya khasiat yang memberikan hidup. Demikian pula halnya dengan segala upacara yang menunjuk kepada kematian Juruselamat. Hanya kuasa Kristus, yang bekerja oleh iman, segenap upacara itu beroleh kemanjuran untuk memberi makan kepada jiwa.

KSZ1 148.1 Firman Kristus mencukupkan persediaan untuk pesta itu. Demikianlah limpahnya persediaan rahmat-Nya untuk menghapuskan segala kejahatan manusia, serta membaharui dan memelihara jiwa.

KSZ1 148.2 Pada pesta pertama yang dihadiri-Nya dengan murid-murid-Nya, Yesus memberikan kepada mereka cawan yang melambangkan pekerjaan-Nya untuk keselamatan mereka. Pada jamuan makan yang terakhir, cawan itu diberikan-Nya, dalam Ia meresmikan upacara yang kudus itu yang olehnya kematian-Nya akan diberitakan “sampai Ia datang.” 1 Kor. 11:26. Maka dukacita murid-murid itu waktu berpisah dari Tuhan mereka, dihiburkan dengan janji tentang pertemuan , ketika Ia berkata, “Mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam kerajaan Bapa-Ku.” Matius 26:29.

KSZ1 148.3 Air anggur yang disediakan Kristus untuk pesta itu, dan yang diberikan-Nya kepada murid-murid sebagai lambang darah-Nya sendiri, adalah sari buah anggur asli. Inilah yang disebut oleh nabi Yesaya waktu ia berbicara tentang anggur baru “dalam suatu tandan,” lalu berkata, “Janganlah musnahkan itu, sebab di dalamnya masih ada berkat!” Yesaya 65:8.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

30 September 2026 | Hari 4
Hari 4: Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN
Halaman 147-148 | Pasal 15, Paragraf 16-20 | KSZ1 147.1-KSZ1 148.3

Ayat Inti:
Yohanes 2:11
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 13 membaca Bab 15: Pada Pesta Pernikahan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-13-hari-4-2026-09-30

Teks Lengkap:

Sebagaimana manusia menghidangkan air anggur yang paling baik lebih dahulu, kemudian yang kurang baik, demikian juga dunia ini dengan segala pemberiannya. Apa yang ditawarkannya boleh jadi menyenangkan mata serta mempesona segenap perasaan, tetapi ternyata tidak memuaskan. Air anggur itu berubah menjadi pahit, kegembiraan menjadi kemurungan. Apa yang dimulai dengan nyanyian dan sukacita, berakhir dengan kepenatan dan kebosanan. Akan tetapi segala pemberian Yesus selamanya segar dan baru. Pesta yang disediakan-Nya bagi jiwa, tidak pemah gagal untuk memberikan kepuasan dan kesukaan. Setiap pemberian yang baru memperbesar kesanggupan penerimanya untuk menghargai serta menikmati berkat-berkat Tuhan. Ia mengaruniakan rahmat untuk rahmat. Persediaan tidak akan habis. Jika engkau tinggal di dalam Dia, perihal engkau menerima karunia yang besar hari ini, memastikan penerimaan karunia yang lebih besar lagi esok hari. Perkataan Yesus kepada Natanael menyatakan hukum perlakuan Allah terhadap anak-anak iman. Setiap kali Ia menyatakan kasih-Nya, Ia berkata kepada hati yang suka menerima, “Engkau percaya? engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar daripada itu.” Yohanes 1: 50. [KSZ1 147.1]

Karunia Kristus pada pesta nikah itu adalah suatu lambang. Air mengibaratkan baptisan ke dalam kematian-Nya; air anggur itu, pencurahan darah-Nya untuk dosa-dosa dunia ini. Air untuk mengisi segala tempayan itu dibawa oleh tangan manusia, tetapi firman Kristus sajalah dapat membubuhkan kepadanya khasiat yang memberikan hidup. Demikian pula halnya dengan segala upacara yang menunjuk kepada kematian Juruselamat. Hanya kuasa Kristus, yang bekerja oleh iman, segenap upacara itu beroleh kemanjuran untuk memberi makan kepada jiwa. [KSZ1 147.2]

Firman Kristus mencukupkan persediaan untuk pesta itu. Demikianlah limpahnya persediaan rahmat-Nya untuk menghapuskan segala kejahatan manusia, serta membaharui dan memelihara jiwa. [KSZ1 148.1]

Pada pesta pertama yang dihadiri-Nya dengan murid-murid-Nya, Yesus memberikan kepada mereka cawan yang melambangkan pekerjaan-Nya untuk keselamatan mereka. Pada jamuan makan yang terakhir, cawan itu diberikan-Nya, dalam Ia meresmikan upacara yang kudus itu yang olehnya kematian-Nya akan diberitakan “sampai Ia datang.” 1 Kor. 11:26. Maka dukacita murid-murid itu waktu berpisah dari Tuhan mereka, dihiburkan dengan janji tentang pertemuan , ketika Ia berkata, “Mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam kerajaan Bapa-Ku.” Matius 26:29. [KSZ1 148.2]

Air anggur yang disediakan Kristus untuk pesta itu, dan yang diberikan-Nya kepada murid-murid sebagai lambang darah-Nya sendiri, adalah sari buah anggur asli. Inilah yang disebut oleh nabi Yesaya waktu ia berbicara tentang anggur baru “dalam suatu tandan,” lalu berkata, “Janganlah musnahkan itu, sebab di dalamnya masih ada berkat!” Yesaya 65:8. [KSZ1 148.3]