29 September 2026 · Hari 3
Hari 3: Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN
Halaman 145-146 | Pasal 15, Paragraf 11-15 | KSZ1 145.3-KSZ1 146.4
Ayat Inti
Yohanes 2:11
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 13 membaca Bab 15: Pada Pesta Pernikahan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 145.3 Ucapan, “Saat-Ku belum tiba,” itu menunjuk kepada kenyataan bahwa segala perbuatan dalam kehidupan Kristus di dunia ini, adalah untuk menggenapi rencana yang telah ada sejak zaman yang kekal. Sebelum Ia datang ke dunia ini, rencana itu terbentang di hadapan-Nya, sempurna dalam segala selukbeluknya. Tetapi sementara Ia berjalan di antara manusia, Ia dituntun, langkah demi langkah, oleh kehendak Bapa. Ia tidak ragu-ragu untuk bertindak pada waktu yang telah ditentukan. Dengan penyerahan yang sama Ia menanti hingga waktunya tiba.
KSZ1 146.1 Dalam mengatakan kepada Maria bahwa saat-Nya belum tiba, Yesus sedang menjawab pikiran ibu-Nya yang tidak diucapkannya,--harapan yang dipegangnya bersama dengan bangsanya. Dia mengharap supaya Ia mau menyatakan diri-Nya sebagai Mesias, serta mengambil takhta bangsa Israel. Akan tetapi saatnya belum tiba. Bukannya sebagai seorang Raja, melainkan sebagai “Seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan,” telah diterima Yesus nasib manusia itu.
KSZ1 146.2 Akan tetapi sungguh pun Maria tidak mempunyai pengertian yang tepat tentang pekerjaan Kristus, ia percaya pada-Nya dengan teguh. Terhadap iman inilah Yesus memberi sambutan. Untuk menghormati iman Maria dan untuk meneguhkan iman murid-murid-Nya, mukjizat yang pertama itu diadakan. Murid-murid itu harus menghadapi banyak pencobaan yang besar-besar untuk tidak percaya. Bagi mereka segala nubuatan sudah menjelaskan dengan tidak dapat dibantah lagi bahwa Yesus ialah Mesias. Mereka mengharapkan supaya para pemimpin agama menerima Dia dengan keyakinan yang lebih besar lagi daripada keyakinan mereka sendiri. Mereka menyatakan di antara orang banyak segala perbuatan ajaib Kristus serta keyakinan mereka sendiri pada tugas-Nya, akan tetapi mereka tercengang dan sangat kecewa melihat sifat kurang percaya, prasangka yang telah mendalam, serta permusuhan terhadap Yesus, yang ditunjukkan oleh imam-imam dan rabi-rabi. Mukjizat Juruselamat yang pertama itu menguatkan murid-murid itu untuk menghadapi perlawanan ini.
KSZ1 146.3 Dengan tidak merasa tersinggung sama sekali oleh ucapan Yesus itu, Maria berkata kepada orang-orang yang melayani di meja, “Apa yang dikatakan kepadanya buatlah itu!” Demikianlah dilakukannya apa yang dapat dikerjakannya untuk menyediakan jalan bagi pekerjaan Kristus.
KSZ1 146.4 Di samping pintu masuk ada enam tempayan batu yang besar, lalu Yesus menyuruh pelayan-pelayan mengisi tempayan-tempayan itu dengan air. Perintah itu diturut. Kemudian ketika air anggur itu diperlukan untuk langsung dihidangkan kepada para tamu, Ia berkata, “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Menggantikan air yang diisikan ke dalam semua tempayan itu, keluarlah air anggur. Baik pengurus pesta itu mau pun para tamu pada umumnya tidak menyadari bahwa persediaan air anggur sudah habis. Tatkala mengecap air anggur yang dibawa oleh pelayan-pelayan itu, pengurus pesta itu merasa air anggur itu lebih sedap daripada air anggur mana pun juga yang pernah diminumnya dahulu, dan lain sekali daripada yang dihidangkan pada permulaan pesta itu. Sambil berpaling kepada mempelai lelaki ia berkata, “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang”
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
29 September 2026 | Hari 3
Hari 3: Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 15 - PADA PESTA PERNIKAHAN
Halaman 145-146 | Pasal 15, Paragraf 11-15 | KSZ1 145.3-KSZ1 146.4
Ayat Inti:
Yohanes 2:11
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 13 membaca Bab 15: Pada Pesta Pernikahan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-13-hari-3-2026-09-29
Teks Lengkap:
Ucapan, “Saat-Ku belum tiba,” itu menunjuk kepada kenyataan bahwa segala perbuatan dalam kehidupan Kristus di dunia ini, adalah untuk menggenapi rencana yang telah ada sejak zaman yang kekal. Sebelum Ia datang ke dunia ini, rencana itu terbentang di hadapan-Nya, sempurna dalam segala selukbeluknya. Tetapi sementara Ia berjalan di antara manusia, Ia dituntun, langkah demi langkah, oleh kehendak Bapa. Ia tidak ragu-ragu untuk bertindak pada waktu yang telah ditentukan. Dengan penyerahan yang sama Ia menanti hingga waktunya tiba. [KSZ1 145.3]
Dalam mengatakan kepada Maria bahwa saat-Nya belum tiba, Yesus sedang menjawab pikiran ibu-Nya yang tidak diucapkannya,--harapan yang dipegangnya bersama dengan bangsanya. Dia mengharap supaya Ia mau menyatakan diri-Nya sebagai Mesias, serta mengambil takhta bangsa Israel. Akan tetapi saatnya belum tiba. Bukannya sebagai seorang Raja, melainkan sebagai “Seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan,” telah diterima Yesus nasib manusia itu. [KSZ1 146.1]
Akan tetapi sungguh pun Maria tidak mempunyai pengertian yang tepat tentang pekerjaan Kristus, ia percaya pada-Nya dengan teguh. Terhadap iman inilah Yesus memberi sambutan. Untuk menghormati iman Maria dan untuk meneguhkan iman murid-murid-Nya, mukjizat yang pertama itu diadakan. Murid-murid itu harus menghadapi banyak pencobaan yang besar-besar untuk tidak percaya. Bagi mereka segala nubuatan sudah menjelaskan dengan tidak dapat dibantah lagi bahwa Yesus ialah Mesias. Mereka mengharapkan supaya para pemimpin agama menerima Dia dengan keyakinan yang lebih besar lagi daripada keyakinan mereka sendiri. Mereka menyatakan di antara orang banyak segala perbuatan ajaib Kristus serta keyakinan mereka sendiri pada tugas-Nya, akan tetapi mereka tercengang dan sangat kecewa melihat sifat kurang percaya, prasangka yang telah mendalam, serta permusuhan terhadap Yesus, yang ditunjukkan oleh imam-imam dan rabi-rabi. Mukjizat Juruselamat yang pertama itu menguatkan murid-murid itu untuk menghadapi perlawanan ini. [KSZ1 146.2]
Dengan tidak merasa tersinggung sama sekali oleh ucapan Yesus itu, Maria berkata kepada orang-orang yang melayani di meja, “Apa yang dikatakan kepadanya buatlah itu!” Demikianlah dilakukannya apa yang dapat dikerjakannya untuk menyediakan jalan bagi pekerjaan Kristus. [KSZ1 146.3]
Di samping pintu masuk ada enam tempayan batu yang besar, lalu Yesus menyuruh pelayan-pelayan mengisi tempayan-tempayan itu dengan air. Perintah itu diturut. Kemudian ketika air anggur itu diperlukan untuk langsung dihidangkan kepada para tamu, Ia berkata, “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Menggantikan air yang diisikan ke dalam semua tempayan itu, keluarlah air anggur. Baik pengurus pesta itu mau pun para tamu pada umumnya tidak menyadari bahwa persediaan air anggur sudah habis. Tatkala mengecap air anggur yang dibawa oleh pelayan-pelayan itu, pengurus pesta itu merasa air anggur itu lebih sedap daripada air anggur mana pun juga yang pernah diminumnya dahulu, dan lain sekali daripada yang dihidangkan pada permulaan pesta itu. Sambil berpaling kepada mempelai lelaki ia berkata, “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang” [KSZ1 146.4]