Hari 7: Pasal 13 - KEMENANGAN
19 September 2026 · Hari 7

Hari 7: Pasal 13 - KEMENANGAN

Halaman 126-126 | Pasal 13, Paragraf 19-21 | KSZ1 126.1-KSZ1 126.3

Ayat Inti

1 Korintus 15:57

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 11 membaca Bab 13: Kemenangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 126.1 Demikianlah kita dapat melawan pencobaan, dan memaksa Setan mengundurkan diri dari kita. Yesus mendapat kemenangan oleh penyerahan dan iman pada Allah, dan oleh rasul Ia berkata kepada kita, Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Yakobus 4:7, 8. Kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri dari kuasa penggoda itu; ia telah mengalahkan manusia, dan apabila kita berusaha hendak berdiri dengan kekuatan kita sendiri, kita pun akan menjadi mangsa bagi segala siasatnya; tetapi, Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat. Amsal 18:10. Setan gemetar dan melarikan diri dari jiwa yang terlemah sekali pun, yang mencari perlindungan dalam nama yang berkuasa itu.

KSZ1 126.2 Setelah musuh itu mengundurkan diri, Yesus rebah ke tanah dalam keadaan tidak berdaya, dengan kepucatan maut pada wajah-Nya. Malaikat-malaikat surga telah memperhatikan pertempuran itu, melihat Panglima mereka yang tercinta itu saat Ia menderita kesengsaraan yang tak terperikan untuk mengadakan suatu jalan kelepasan bagi kita. Ia telah menanggung ujian itu, yang lebih besar daripada ujian yang pernah kita tanggung. Malaikat-malaikat itu melayani Anak Allah, sementara Ia terbaring seperti seorang yang hendak mati. Ia dikuatkan dengan makanan, dihiburkan dengan kabar kasih Bapa-Nya, dan kepastian bahwa segenap surga bersorak-sorak atas kemenangan-Nya itu. Sesudah merasa segar , Ia menunjukkan belas kasihan kepada manusia, lalu Ia maju terus untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah dimulai-Nya itu; Ia tidak akan berhenti hingga musuh itu kalah, dan umat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa itu ditebus.

KSZ1 126.3 Harga penebusan kita itu tidak akan disadari sampai orang-orang tebusan itu kelak berdiri dengan Penebus di hadapan takhta Allah. Pada hari itu kelak ketika segala kemuliaan rumah yang kekal itu memancar ke dalam panca indera kita yang terpesona itu, kita pun akan mengingat bahwa Yesus telah meninggalkan semuanya ini untuk kepentingan kita, bahwa Ia bukan saja meninggalkan istana surga, melainkan mengambil risiko kegagalan dan kematian yang kekal untuk menebus kita. Pada masa itu kelak kita pun akan meletakkan semua mahkota kita di kakiNya, serta menyanyikan nyanyian, “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!” Wahyu 5:12.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

19 September 2026 | Hari 7
Hari 7: Pasal 13 - KEMENANGAN

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 13 - KEMENANGAN
Halaman 126-126 | Pasal 13, Paragraf 19-21 | KSZ1 126.1-KSZ1 126.3

Ayat Inti:
1 Korintus 15:57
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 11 membaca Bab 13: Kemenangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-11-hari-7-2026-09-19

Teks Lengkap:

Demikianlah kita dapat melawan pencobaan, dan memaksa Setan mengundurkan diri dari kita. Yesus mendapat kemenangan oleh penyerahan dan iman pada Allah, dan oleh rasul Ia berkata kepada kita, Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Yakobus 4:7, 8. Kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri dari kuasa penggoda itu; ia telah mengalahkan manusia, dan apabila kita berusaha hendak berdiri dengan kekuatan kita sendiri, kita pun akan menjadi mangsa bagi segala siasatnya; tetapi, Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat. Amsal 18:10. Setan gemetar dan melarikan diri dari jiwa yang terlemah sekali pun, yang mencari perlindungan dalam nama yang berkuasa itu. [KSZ1 126.1]

Setelah musuh itu mengundurkan diri, Yesus rebah ke tanah dalam keadaan tidak berdaya, dengan kepucatan maut pada wajah-Nya. Malaikat-malaikat surga telah memperhatikan pertempuran itu, melihat Panglima mereka yang tercinta itu saat Ia menderita kesengsaraan yang tak terperikan untuk mengadakan suatu jalan kelepasan bagi kita. Ia telah menanggung ujian itu, yang lebih besar daripada ujian yang pernah kita tanggung. Malaikat-malaikat itu melayani Anak Allah, sementara Ia terbaring seperti seorang yang hendak mati. Ia dikuatkan dengan makanan, dihiburkan dengan kabar kasih Bapa-Nya, dan kepastian bahwa segenap surga bersorak-sorak atas kemenangan-Nya itu. Sesudah merasa segar , Ia menunjukkan belas kasihan kepada manusia, lalu Ia maju terus untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah dimulai-Nya itu; Ia tidak akan berhenti hingga musuh itu kalah, dan umat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa itu ditebus. [KSZ1 126.2]

Harga penebusan kita itu tidak akan disadari sampai orang-orang tebusan itu kelak berdiri dengan Penebus di hadapan takhta Allah. Pada hari itu kelak ketika segala kemuliaan rumah yang kekal itu memancar ke dalam panca indera kita yang terpesona itu, kita pun akan mengingat bahwa Yesus telah meninggalkan semuanya ini untuk kepentingan kita, bahwa Ia bukan saja meninggalkan istana surga, melainkan mengambil risiko kegagalan dan kematian yang kekal untuk menebus kita. Pada masa itu kelak kita pun akan meletakkan semua mahkota kita di kakiNya, serta menyanyikan nyanyian, “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!” Wahyu 5:12. [KSZ1 126.3]