16 September 2026 · Hari 4
Hari 4: Pasal 13 - KEMENANGAN
Halaman 122-123 | Pasal 13, Paragraf 10-12 | KSZ1 122.2-KSZ1 123.2
Ayat Inti
1 Korintus 15:57
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 11 membaca Bab 13: Kemenangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 122.2 Acapkali apabila Setan telah gagal untuk menimbulkan perasaan kurang percaya, ia berhasil dalam menuntun kita ke arah sifat takabur. Jika ia dapat menyebabkan kita menempatkan diri kita sendiri tidak seperlunya pada jalan pencobaan, maka tahulah ia bahwa kemenangan sudah ada padanya. Allah akan memelihara semua orang yang berjalan pada jalan penurutan; akan tetapi menyimpang dari jalan itu berarti berani memasuki daerah Setan. Di sana kita pasti akan jatuh. Juruselamat telah menyuruh kita, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.” Markus 14:38. Renungan dan doa akan mencegah kita dari lari dengan tak diminta ke jalan bahaya, dan dengan demikian kita diselamatkan dari banyak kekalahan.
KSZ1 123.1 Namun kita tidak boleh putus asa apabila diserang oleh pencobaan. Acapkali apabila ditempatkan dalam sesuatu keadaan yang sulit kita bimbang apakah kita telah dipimpin oleh Roh Allah. Tetapi Roh itulah yang membawa Yesus dahulu ke padang belantara untuk dicobai oleh Setan. Bila Allah membawa kita ke dalam ujian, Ia mempunyai suatu maksud yang hendak dilaksanakan-Nya untuk kebaikan kita. Yesus tidak takabur dalam segala janji Allah oleh pergi tanpa disuruh ke padang belantara, tidaklah pula Ia putus asa ketika pencobaan datang kepadaNya. Demikian juga halnya dengan kita. “Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” Kata-Nya, “Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” 1 Korintus 10: 13; Mazmur 50: 14,15.
KSZ1 123.2 Yesus mendapat kemenangan atas pencobaan kedua, dan kini Setan menyatakan diri dalam tabiatnya yang sebenarnya. Akan tetapi ia tidak kelihatan seperti sesuatu momok raksasa yang mengerikan, dengan kakikaki yang terbelah dan sayap kelelawar. Ia seorang malaikat yang berkuasa, meskipun sudah jatuh. Ia mengaku dirinya pemimpin pemberontakan dan dewa dunia ini.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
16 September 2026 | Hari 4
Hari 4: Pasal 13 - KEMENANGAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 13 - KEMENANGAN
Halaman 122-123 | Pasal 13, Paragraf 10-12 | KSZ1 122.2-KSZ1 123.2
Ayat Inti:
1 Korintus 15:57
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 11 membaca Bab 13: Kemenangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-11-hari-4-2026-09-16
Teks Lengkap:
Acapkali apabila Setan telah gagal untuk menimbulkan perasaan kurang percaya, ia berhasil dalam menuntun kita ke arah sifat takabur. Jika ia dapat menyebabkan kita menempatkan diri kita sendiri tidak seperlunya pada jalan pencobaan, maka tahulah ia bahwa kemenangan sudah ada padanya. Allah akan memelihara semua orang yang berjalan pada jalan penurutan; akan tetapi menyimpang dari jalan itu berarti berani memasuki daerah Setan. Di sana kita pasti akan jatuh. Juruselamat telah menyuruh kita, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.” Markus 14:38. Renungan dan doa akan mencegah kita dari lari dengan tak diminta ke jalan bahaya, dan dengan demikian kita diselamatkan dari banyak kekalahan. [KSZ1 122.2]
Namun kita tidak boleh putus asa apabila diserang oleh pencobaan. Acapkali apabila ditempatkan dalam sesuatu keadaan yang sulit kita bimbang apakah kita telah dipimpin oleh Roh Allah. Tetapi Roh itulah yang membawa Yesus dahulu ke padang belantara untuk dicobai oleh Setan. Bila Allah membawa kita ke dalam ujian, Ia mempunyai suatu maksud yang hendak dilaksanakan-Nya untuk kebaikan kita. Yesus tidak takabur dalam segala janji Allah oleh pergi tanpa disuruh ke padang belantara, tidaklah pula Ia putus asa ketika pencobaan datang kepadaNya. Demikian juga halnya dengan kita. “Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” Kata-Nya, “Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” 1 Korintus 10: 13; Mazmur 50: 14,15. [KSZ1 123.1]
Yesus mendapat kemenangan atas pencobaan kedua, dan kini Setan menyatakan diri dalam tabiatnya yang sebenarnya. Akan tetapi ia tidak kelihatan seperti sesuatu momok raksasa yang mengerikan, dengan kakikaki yang terbelah dan sayap kelelawar. Ia seorang malaikat yang berkuasa, meskipun sudah jatuh. Ia mengaku dirinya pemimpin pemberontakan dan dewa dunia ini. [KSZ1 123.2]