Hari 3: Pasal 13 - KEMENANGAN
15 September 2026 · Hari 3

Hari 3: Pasal 13 - KEMENANGAN

Halaman 121-122 | Pasal 13, Paragraf 7-9 | KSZ1 121.3-KSZ1 122.1

Ayat Inti

1 Korintus 15:57

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 11 membaca Bab 13: Kemenangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 121.3 Ketika Setan mengutip janji, “Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya,” ia tidak menyebutkan ucapan, “untuk menjaga Engkau di segala jalan-Mu” yaitu, pada segala jalan pilihan Allah. Yesus tidak mau keluar dari jalan penurutan. Sementara menunjukkan iman yang sempurna pada Bapa-Nya, Ia tidak mau menempatkan diri-Nya sendiri, dengan tidak disuruh, pada suatu kedudukan yang akan memerlukan campur tangan Bapa-Nya untuk menyelamatkan Dia dari maut. Ia tidak mau memaksa Allah datang meluputkan Dia, dan dengan demikian gagal untuk memberikan kepada manusia satu teladan iman dan penurutan.

KSZ1 121.4 Yesus berkata kepada Setan, “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Aliahmu.” Perkataan ini diucapkan oleh Musa kepada bani Israel ketika mereka kehausan di padang belantara, lalu menuntut supaya Musa memberikan air kepada mereka, dengan berseru, “Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?” Keluaran 17:7. Allah telah mengerjakan hal-hal yang ajaib bagi mereka; namun dalam kesusahan mereka meragukan Dia, serta menuntut bukti bahwa Ia tengah menyertai mereka. Dalam keadaan kurang percaya itu, mereka berusaha hendak menguji Dia. Maka Setan pun mendesak Kristus untuk berbuat sedemikian juga. Allah telah membuktikan bahwa Yesus adalah Anak-Nya; dan kini untuk meminta bukti bahwa ialah Anak Allah, berarti menguji firman Allah—mencobai Dia. Jika demikian maka adalah benar meminta apa yang tidak dijanjikan Allah. Hal itu akan menunjukkan adanya kurang percaya, serta benar-benar menguji atau mencobai Dia. Jangan hendaknya kita menyampaikan permohonan kita kepada Allah untuk membuktikan apakah Ia akan menepati janji-Nya, melainkan karena Ia akan menepatinya; bukannya untuk membuktikan bahwa Ia mengasihi kita, melainkan karena Ia mengasihi kita. ‘Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Ibrani 11:6.

KSZ1 122.1 Akan tetapi iman itu sekali-kali tidak ada hubungannya dengan tindakan yang bersifat takabur. Hanya orang yang mempunyai iman yang sejati sajalah yang seiamat dari sifat takabur. Sebab sifat takabur itulah pemalsuan Setan akan iman. Iman menuntut janji-janji Allah, serta mengeluarkan buah-buah dalam penurutan. Sifat takabur juga menuntut janji-janji itu, tetapi menggunakannya sebagaimana Setan menggunakannya, yaitu untuk menjadi dalih bagi pelanggaran. Iman seharusnya menuntun nenek moyang kita yang pertama untuk mempercayai kasih Allah, dan menurut segala perintah-Nya. Sifat takabur menuntun mereka itu kepada pelanggaran hukum-Nya, karena beranggapan bahwa kasihNya yang besar itu akan menyelamatkan mereka dari akibat dosa mereka itu. Bukannya iman yang menuntut keridlaan surga tanpa memenuhi syarat-syarat yang olehnya kemurahan harus dikaruniakan. Iman sejati beralaskan janji-janji serta syarat-syarat yang terdapat di dalam Alkitab.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

15 September 2026 | Hari 3
Hari 3: Pasal 13 - KEMENANGAN

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 13 - KEMENANGAN
Halaman 121-122 | Pasal 13, Paragraf 7-9 | KSZ1 121.3-KSZ1 122.1

Ayat Inti:
1 Korintus 15:57
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 11 membaca Bab 13: Kemenangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-11-hari-3-2026-09-15

Teks Lengkap:

Ketika Setan mengutip janji, “Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya,” ia tidak menyebutkan ucapan, “untuk menjaga Engkau di segala jalan-Mu” yaitu, pada segala jalan pilihan Allah. Yesus tidak mau keluar dari jalan penurutan. Sementara menunjukkan iman yang sempurna pada Bapa-Nya, Ia tidak mau menempatkan diri-Nya sendiri, dengan tidak disuruh, pada suatu kedudukan yang akan memerlukan campur tangan Bapa-Nya untuk menyelamatkan Dia dari maut. Ia tidak mau memaksa Allah datang meluputkan Dia, dan dengan demikian gagal untuk memberikan kepada manusia satu teladan iman dan penurutan. [KSZ1 121.3]

Yesus berkata kepada Setan, “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Aliahmu.” Perkataan ini diucapkan oleh Musa kepada bani Israel ketika mereka kehausan di padang belantara, lalu menuntut supaya Musa memberikan air kepada mereka, dengan berseru, “Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?” Keluaran 17:7. Allah telah mengerjakan hal-hal yang ajaib bagi mereka; namun dalam kesusahan mereka meragukan Dia, serta menuntut bukti bahwa Ia tengah menyertai mereka. Dalam keadaan kurang percaya itu, mereka berusaha hendak menguji Dia. Maka Setan pun mendesak Kristus untuk berbuat sedemikian juga. Allah telah membuktikan bahwa Yesus adalah Anak-Nya; dan kini untuk meminta bukti bahwa ialah Anak Allah, berarti menguji firman Allah—mencobai Dia. Jika demikian maka adalah benar meminta apa yang tidak dijanjikan Allah. Hal itu akan menunjukkan adanya kurang percaya, serta benar-benar menguji atau mencobai Dia. Jangan hendaknya kita menyampaikan permohonan kita kepada Allah untuk membuktikan apakah Ia akan menepati janji-Nya, melainkan karena Ia akan menepatinya; bukannya untuk membuktikan bahwa Ia mengasihi kita, melainkan karena Ia mengasihi kita. ‘Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Ibrani 11:6. [KSZ1 121.4]

Akan tetapi iman itu sekali-kali tidak ada hubungannya dengan tindakan yang bersifat takabur. Hanya orang yang mempunyai iman yang sejati sajalah yang seiamat dari sifat takabur. Sebab sifat takabur itulah pemalsuan Setan akan iman. Iman menuntut janji-janji Allah, serta mengeluarkan buah-buah dalam penurutan. Sifat takabur juga menuntut janji-janji itu, tetapi menggunakannya sebagaimana Setan menggunakannya, yaitu untuk menjadi dalih bagi pelanggaran. Iman seharusnya menuntun nenek moyang kita yang pertama untuk mempercayai kasih Allah, dan menurut segala perintah-Nya. Sifat takabur menuntun mereka itu kepada pelanggaran hukum-Nya, karena beranggapan bahwa kasihNya yang besar itu akan menyelamatkan mereka dari akibat dosa mereka itu. Bukannya iman yang menuntut keridlaan surga tanpa memenuhi syarat-syarat yang olehnya kemurahan harus dikaruniakan. Iman sejati beralaskan janji-janji serta syarat-syarat yang terdapat di dalam Alkitab. [KSZ1 122.1]