12 September 2026 · Hari 7
Hari 7: Pasal 12 - PENCOBAAN
Halaman 118-118 | Pasal 12, Paragraf 28-31 | KSZ1 118.1-KSZ1 118.4
Ayat Inti
Matius 4:4
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 10 membaca Bab 12: Pencobaan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 118.1 Biarlah ia yang bergumul melawan kuasa nafsu makan, memandang kepada Juruselamat di padang belantara pencobaan. Pandanglah Dia dalam penderitaan di kayu salib, ketika Ia berseru, “Aku haus” Ia telah menanggung segala sesuatu yang mungkin kita tanggung. Kemenangan-. Nya adalah kemenangan kita.
KSZ1 118.2 Yesus bersandar pada akal budi dan kekuatan Bapa-Nya yang di SUE ga. Ia berkata, “Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda,... aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu..., Sesungguhnya, Tuhan Allah menolong aku.” Sambil menunjuk kepada teladan-Nya sendiri, Ia berkata kepada kita, “Siapa di antara kamu yang takut akan Tuhan . . . ? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama Tuhan dan bersandar kepada Aliahnya!” Yesaya 50:7-10.
KSZ1 118.3 “Penguasa dunia ini datang,” kata Yesus “dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku.” Yohanes 14:30. Di dalam Dia tidak ada sesuatu yang menyambut penyesatan Setan. Ia tidak menyetujui dosa. Sedikit pun Ia tidak memikirkan hendak menyerah kepada pencobaan. Demikian juga halnya dengan kita. Kemanusiaan Kristus dipersatukan dengan Keilahan; Ia dilayakkan untuk pergumulan itu oleh tinggalnya Roh Kudus di dalam hati-Nya. Dan Ia datang untuk membuat kita mengambil bagian dalam sifat-sifat Ilahi itu. Selama kita dipersatukan dengan Dia oleh iman, dosa tidak lagi menguasai kita. Allah mengulurkan tangan-Nya hendak mencapai tangan iman kita agar kita berpegang teguh pada Keilahian Kristus, supaya kita dapat mencapai kesempumaan tabiat.
KSZ1 118.4 Dan bagaimana ini dilaksanakan, Kristus telah menunjukkannya kepada kita. Dengan alat apakah Ia menang dalam peperangan melawan Setan? Oleh firman Allah. Hanya dengan firman itulah Ia dapat melawan pencobaan. “Ada tertulis,” kata-Nya. Dan kepada kita dikaruniakan “janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat Ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” 2 Petrus 1:4. Setiap janji dalam firman Allah adalah milik kita. “Dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” kita harus hidup. Apabila diserang oleh pencobaan, janganlah memandang pada keadaan atau pada kelemahan diri sendiri, melainkan pada kuasa firman itu. Segenap kekuatannya adalah milikmu. ldquo;Segala pesan-Mu,” kata pengarang Mazmur, “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” “Sesuai dengan firman yang Engkau ucapkan, aku telah menjaga diriku terhadap jalan orang-orang yang melakukan kekerasan.” Mzm. 119:11; 17:4.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
12 September 2026 | Hari 7
Hari 7: Pasal 12 - PENCOBAAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 12 - PENCOBAAN
Halaman 118-118 | Pasal 12, Paragraf 28-31 | KSZ1 118.1-KSZ1 118.4
Ayat Inti:
Matius 4:4
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 10 membaca Bab 12: Pencobaan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-10-hari-7-2026-09-12
Teks Lengkap:
Biarlah ia yang bergumul melawan kuasa nafsu makan, memandang kepada Juruselamat di padang belantara pencobaan. Pandanglah Dia dalam penderitaan di kayu salib, ketika Ia berseru, “Aku haus” Ia telah menanggung segala sesuatu yang mungkin kita tanggung. Kemenangan-. Nya adalah kemenangan kita. [KSZ1 118.1]
Yesus bersandar pada akal budi dan kekuatan Bapa-Nya yang di SUE ga. Ia berkata, “Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda,... aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu..., Sesungguhnya, Tuhan Allah menolong aku.” Sambil menunjuk kepada teladan-Nya sendiri, Ia berkata kepada kita, “Siapa di antara kamu yang takut akan Tuhan . . . ? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama Tuhan dan bersandar kepada Aliahnya!” Yesaya 50:7-10. [KSZ1 118.2]
“Penguasa dunia ini datang,” kata Yesus “dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku.” Yohanes 14:30. Di dalam Dia tidak ada sesuatu yang menyambut penyesatan Setan. Ia tidak menyetujui dosa. Sedikit pun Ia tidak memikirkan hendak menyerah kepada pencobaan. Demikian juga halnya dengan kita. Kemanusiaan Kristus dipersatukan dengan Keilahan; Ia dilayakkan untuk pergumulan itu oleh tinggalnya Roh Kudus di dalam hati-Nya. Dan Ia datang untuk membuat kita mengambil bagian dalam sifat-sifat Ilahi itu. Selama kita dipersatukan dengan Dia oleh iman, dosa tidak lagi menguasai kita. Allah mengulurkan tangan-Nya hendak mencapai tangan iman kita agar kita berpegang teguh pada Keilahian Kristus, supaya kita dapat mencapai kesempumaan tabiat. [KSZ1 118.3]
Dan bagaimana ini dilaksanakan, Kristus telah menunjukkannya kepada kita. Dengan alat apakah Ia menang dalam peperangan melawan Setan? Oleh firman Allah. Hanya dengan firman itulah Ia dapat melawan pencobaan. “Ada tertulis,” kata-Nya. Dan kepada kita dikaruniakan “janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat Ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” 2 Petrus 1:4. Setiap janji dalam firman Allah adalah milik kita. “Dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” kita harus hidup. Apabila diserang oleh pencobaan, janganlah memandang pada keadaan atau pada kelemahan diri sendiri, melainkan pada kuasa firman itu. Segenap kekuatannya adalah milikmu. ldquo;Segala pesan-Mu,” kata pengarang Mazmur, “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” “Sesuai dengan firman yang Engkau ucapkan, aku telah menjaga diriku terhadap jalan orang-orang yang melakukan kekerasan.” Mzm. 119:11; 17:4. [KSZ1 118.4]