7 September 2026 · Hari 2
Hari 2: Pasal 12 - PENCOBAAN
Halaman 109-110 | Pasal 12, Paragraf 6-10 | KSZ1 109.1-KSZ1 110.1
Ayat Inti
Matius 4:4
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 10 membaca Bab 12: Pencobaan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 109.1 Bukanlah tanpa rintangan Panglima surga itu akan menarik jiwa-jiwa manusia ke dalam kerajaan-Nya. Sejak la masih bayi di Betlehem, Ia terus menerus diserang oleh si jahat itu. Peta Allah nyata di dalam Kristus, maka dalam segala majelis Setan diambil ketetapan bahwa Ia harus dikalahkan. Tiada seorang pun yang pernah lahir di dunia ini, terlepas dari kuasa penipu itu. Tentara perserikatan kejahatan disuruh mengikuti jejak-Nya untuk mengadakan peperangan melawan Dia, dan kalau mungkin untuk mengalahkan Dia.
KSZ1 109.2 Ketika Juruselamat dibaptiskan, Setan turut menyaksikannya. Ia melihat kemuliaan Bapa menaungi Anak-Nya itu. Ia mendengar suara Yahweh menyaksikan Keilahian Yesus. Sejak dosa Adam, umat manusia telah terputus dari persekutuan langsung dengan Allah; hubungan di antara surga dan dunia telah terjadi oleh Kristus; akan tetapi kini karena Yesus sudah datang “dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa,” (Rm. 8:3), Bapa Sendiri bersabda. Dahulu Ia telah berhubungan dengan manusia dengan perantaraan Kristus; kini Ia berhubungan dengan manusia di dalam Kristus. Setan telah mengharap bahwa kebencian Allah terhadap kejahatan akan membawa perpisahan yang kekal antara surga dan bumi. Tetapi sekarang jelaslah bahwa hubungan antara Allah dan manusia telah dipulihkan .
KSZ1 109.3 Setan melihat bahwa ia mesti mengalahkan atau dikalahkan. Persoalan yang menyangkut perjuangan itu meliputi terlalu banyak perkara untuk dipercayakan kepada malaikat-malaikat serikatnya. Ia mesti secara pribadi melangsungkan peperangan itu. Segenap tenaga kemurtadan dikerahkan untuk menggempur Anak Allah itu. Kristus dijadikan sasaran setiap senjata neraka.
KSZ1 109.4 Banyak orang yang memandang perjuangan antara Kristus dan Setan ini sebagai sesuatu yang tidak mengandung hubungan istimewa dengan kehidupan mereka; dan bagi mereka hal itu kurang penting. Tetapi di dalam hati setiap manusia peperangan ini diulangi. Tidak pernah seseorang meninggalkan barisan kejahatan dan masuk ke dalam pekerjaan Allah tanpa menemui serangan Setan. Segala pencobaan yang dilawan Kristus itulah juga yang kita rasa begitu sukar untuk melawannya. Pencobaan itu dikerahkan kepada-Nya dengan derajat yang sama kuatnya sebagaimana keadaan tabiat-Nya jauh lebih tinggi daripada kepribadian kita. Dengan beratnya dosa yang dahsyat yang menekan Dia, Kristus melalui ujian terhadap selera, terhadap kecintaan kepada dunia ini, dan terhadap kecintaan kepada pertunjukan yang menuntun kepada sifat takabur. Inilah pencobaan yang mengalahkan Adam dan Hawa, dan yang mudah sekali mengalahkan kita.
KSZ1 110.1 Setan telah menunjuk kepada dosa Adam sebagai bukti bahwa Taurat Allah tidak adil, dan tidak dapat diturut. Di dalam kemanusiaan kita, Kristus harus menebus kegagalan Adam. Tetapi ketika Adam diserang oleh penggoda itu dahulu, belum ada pengaruh dosa padanya. Ia hidup dalam kekuatan kemanusiaan yang sempuma, memiliki kekuatan pikiran dan tubuh yang penuh. Ia dikelilingi dengan segala kemuliaan Eden, dan dalam persekutuan sehari-hari dengan makhluk-makhluk surga. Bukannya demikian halnya waktu Yesus masuk ke padang belantara untuk berhadapan dengan Setan. Empat ribu tahun lamanya bangsa manusia telah merosot dalam kekuatan tubuh, dalam kuasa pikiran, dan dalam nilai akhlak; dan Kristus mengenakan kepada-Nya segala kelemahan umat manusia yang telah merosot itu. Hanya dengan demikian Ia dapat menolong manusia dari jurang kemerosotannya yang sedalam-dalamnya.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
7 September 2026 | Hari 2
Hari 2: Pasal 12 - PENCOBAAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 12 - PENCOBAAN
Halaman 109-110 | Pasal 12, Paragraf 6-10 | KSZ1 109.1-KSZ1 110.1
Ayat Inti:
Matius 4:4
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 10 membaca Bab 12: Pencobaan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-10-hari-2-2026-09-07
Teks Lengkap:
Bukanlah tanpa rintangan Panglima surga itu akan menarik jiwa-jiwa manusia ke dalam kerajaan-Nya. Sejak la masih bayi di Betlehem, Ia terus menerus diserang oleh si jahat itu. Peta Allah nyata di dalam Kristus, maka dalam segala majelis Setan diambil ketetapan bahwa Ia harus dikalahkan. Tiada seorang pun yang pernah lahir di dunia ini, terlepas dari kuasa penipu itu. Tentara perserikatan kejahatan disuruh mengikuti jejak-Nya untuk mengadakan peperangan melawan Dia, dan kalau mungkin untuk mengalahkan Dia. [KSZ1 109.1]
Ketika Juruselamat dibaptiskan, Setan turut menyaksikannya. Ia melihat kemuliaan Bapa menaungi Anak-Nya itu. Ia mendengar suara Yahweh menyaksikan Keilahian Yesus. Sejak dosa Adam, umat manusia telah terputus dari persekutuan langsung dengan Allah; hubungan di antara surga dan dunia telah terjadi oleh Kristus; akan tetapi kini karena Yesus sudah datang “dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa,” (Rm. 8:3), Bapa Sendiri bersabda. Dahulu Ia telah berhubungan dengan manusia dengan perantaraan Kristus; kini Ia berhubungan dengan manusia di dalam Kristus. Setan telah mengharap bahwa kebencian Allah terhadap kejahatan akan membawa perpisahan yang kekal antara surga dan bumi. Tetapi sekarang jelaslah bahwa hubungan antara Allah dan manusia telah dipulihkan . [KSZ1 109.2]
Setan melihat bahwa ia mesti mengalahkan atau dikalahkan. Persoalan yang menyangkut perjuangan itu meliputi terlalu banyak perkara untuk dipercayakan kepada malaikat-malaikat serikatnya. Ia mesti secara pribadi melangsungkan peperangan itu. Segenap tenaga kemurtadan dikerahkan untuk menggempur Anak Allah itu. Kristus dijadikan sasaran setiap senjata neraka. [KSZ1 109.3]
Banyak orang yang memandang perjuangan antara Kristus dan Setan ini sebagai sesuatu yang tidak mengandung hubungan istimewa dengan kehidupan mereka; dan bagi mereka hal itu kurang penting. Tetapi di dalam hati setiap manusia peperangan ini diulangi. Tidak pernah seseorang meninggalkan barisan kejahatan dan masuk ke dalam pekerjaan Allah tanpa menemui serangan Setan. Segala pencobaan yang dilawan Kristus itulah juga yang kita rasa begitu sukar untuk melawannya. Pencobaan itu dikerahkan kepada-Nya dengan derajat yang sama kuatnya sebagaimana keadaan tabiat-Nya jauh lebih tinggi daripada kepribadian kita. Dengan beratnya dosa yang dahsyat yang menekan Dia, Kristus melalui ujian terhadap selera, terhadap kecintaan kepada dunia ini, dan terhadap kecintaan kepada pertunjukan yang menuntun kepada sifat takabur. Inilah pencobaan yang mengalahkan Adam dan Hawa, dan yang mudah sekali mengalahkan kita. [KSZ1 109.4]
Setan telah menunjuk kepada dosa Adam sebagai bukti bahwa Taurat Allah tidak adil, dan tidak dapat diturut. Di dalam kemanusiaan kita, Kristus harus menebus kegagalan Adam. Tetapi ketika Adam diserang oleh penggoda itu dahulu, belum ada pengaruh dosa padanya. Ia hidup dalam kekuatan kemanusiaan yang sempuma, memiliki kekuatan pikiran dan tubuh yang penuh. Ia dikelilingi dengan segala kemuliaan Eden, dan dalam persekutuan sehari-hari dengan makhluk-makhluk surga. Bukannya demikian halnya waktu Yesus masuk ke padang belantara untuk berhadapan dengan Setan. Empat ribu tahun lamanya bangsa manusia telah merosot dalam kekuatan tubuh, dalam kuasa pikiran, dan dalam nilai akhlak; dan Kristus mengenakan kepada-Nya segala kelemahan umat manusia yang telah merosot itu. Hanya dengan demikian Ia dapat menolong manusia dari jurang kemerosotannya yang sedalam-dalamnya. [KSZ1 110.1]