Hari 5: Pasal 1 - ALLAH MENYERTAI KITA
9 Juli 2026 · Hari 5

Hari 5: Pasal 1 - ALLAH MENYERTAI KITA

Halaman 21-23 | Pasal 1, Paragraf 22-3 | KSZ1 21.2-KSZ1 23.3

Ayat Inti

Matius 1:23

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu pertama mengarahkan jemaat melihat Yesus sebagai Imanuel, Allah yang bersama manusia. Bacaan ini menolong kita memulai perjalanan misi dengan kekaguman kepada kasih Kristus dan kesadaran bahwa umat pilihan dipanggil untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa.

Doa

Tuhan Yesus, dekatkan hati kami kepada-Mu dan jadikan kami saksi kasih-Mu di tempat kami berada. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 21.2 Oleh pekerjaan penebusan Kristus, pemerintahan Allah dibenarkan. Yang Mahakuasa itu dinyatakan sebagai Allah kasih. Segala tuduhan Setan terbukti salah dan tabiatnya dinyatakan. Pemberontakan tidak akan dapat timbul lagi. Dosa bahkan tidak dapat lagi memasuki alam semesta. Sepanjang zaman yang kekal semua orang akan terhindar dari bencana kemurtadan. Oleh pengorbanan diri sendiri yang lahir dari kasih, penduduk bumi dan surga terikat kepada Khaliknya dalam ikatan-ikatan persekutuan yang tidak dapat terurai lagi.

KSZ1 21.3 Pekerjaan penebusan akan sempuma. Di tempat dosa merajalela dahulu rahmat Allah akan lebih berkelimpahan lagi. Bumi sendiri, justru ladang yang dikatakan Setan sebagai hak miliknya itu, bukan hanya akan ditebus tetapi juga dimuliakan. Dunia kita yang kecil ini, yang akibat laknat dosa merupakan satu-satunya noda hitam dalam semesta alam ciptaan-Nya yang mulia itu, akan dihormati melebihi segala dunia lain yang ada di semesta alam Allah. Di sinilah tempat Anak Allah telah tinggal di antara manusia; tempat Raja Kemuliaan hidup, menderita dan mati,—di sinilah apabila kelak Ia membarui segala sesuatu, bait Allah akan ada di antara manusia “Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.” Maka sepanjang zaman yang kekal sementara orang-orang tebusan berjalan dalam cahaya Tuhan kelak, mereka akan memuji-muji Dia karena Karunia-Nya yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, Imanuel, “Allah menyertai kita.”

KSZ1 23.1 Lebih seribu tahun lamanya bangsa Yahudi telah menantikan kedatangan Juruselamat. Atas peristiwa ini mereka telah meletakkan harapan-harapan mereka yang paling gemilang. Dalam nyanyian dan nubuatan, dalam upacara Bait Suci dan perbaktian di rumah tangga, mereka telah memuja-muja nama-Nya. Namun pada kedatangan-Nya, mereka tidak mengenal Dia. Buah Hati surga itu bagi mereka adalah “Sebagai tunas dari tanah kering,” Adapun Ia “tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada;” dan mereka itu tidak melihat dalam diri-Nya kecantikan rupa sehingga mereka harus merindukan Dia. “Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerimaNya.” Yes. 53:2; Yoh. 1:11.

KSZ1 23.2 Namun demikian Allah telah memilih Israel, Ia telah memanggil mereka untuk memelihara di antara manusia pengetahuan tentang hukum-Nya, dan tentang lambang-lambang dan nubuatan-nubuatan yang menunjuk kepada Juruselamat. Ia menghendaki agar mereka menjadi mata air keselamatan bagi dunia. Sebagaimana Abraham di negeri pengembaraannya, sebagaimana Yusuf di Mesir, dan Daniel di istana Babel, demikian juga seharusnya orang Ibrani di antara segala bangsa. Mereka harus menyatakan Allah kepada umat manusia.

KSZ1 23.3 Dalam panggilan kepada Abraham Tuhan telah berfirman, “Aku akan memberkati engkau ... dan engkau akan menjadi berkat,... dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Kej. 12.2,3. Ajaran yang sama telah diulang-ulangi dengan perantaraan nabi-nabi. Sekalipun sesudah Israel dilemahkan oleh peperangan dan perhambaan, masih juga janji itu milik mereka, “Maka sisa-sisa Yakub akan ada di tengah-tengah banyak bangsa seperti embun dari pada Tuhan seperti deras hujan ke atas tumbuh-tumbuhan yang tidak menanti-nantikan orang dai tidak mengharap-harapkan anak manusia.” Mikha 5:6. Mengenai Bait Suci yang di Yerusalem, Tuhan menegaskan dengan perantaraan Yesaya, RumahKu akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. Yes. 56.7.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

9 Juli 2026 | Hari 5
Hari 5: Pasal 1 - ALLAH MENYERTAI KITA

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 1 - ALLAH MENYERTAI KITA
Halaman 21-23 | Pasal 1, Paragraf 22-3 | KSZ1 21.2-KSZ1 23.3

Ayat Inti:
Matius 1:23
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu pertama mengarahkan jemaat melihat Yesus sebagai Imanuel, Allah yang bersama manusia. Bacaan ini menolong kita memulai perjalanan misi dengan kekaguman kepada kasih Kristus dan kesadaran bahwa umat pilihan dipanggil untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-1-hari-5-2026-07-09

Teks Lengkap:

Oleh pekerjaan penebusan Kristus, pemerintahan Allah dibenarkan. Yang Mahakuasa itu dinyatakan sebagai Allah kasih. Segala tuduhan Setan terbukti salah dan tabiatnya dinyatakan. Pemberontakan tidak akan dapat timbul lagi. Dosa bahkan tidak dapat lagi memasuki alam semesta. Sepanjang zaman yang kekal semua orang akan terhindar dari bencana kemurtadan. Oleh pengorbanan diri sendiri yang lahir dari kasih, penduduk bumi dan surga terikat kepada Khaliknya dalam ikatan-ikatan persekutuan yang tidak dapat terurai lagi. [KSZ1 21.2]

Pekerjaan penebusan akan sempuma. Di tempat dosa merajalela dahulu rahmat Allah akan lebih berkelimpahan lagi. Bumi sendiri, justru ladang yang dikatakan Setan sebagai hak miliknya itu, bukan hanya akan ditebus tetapi juga dimuliakan. Dunia kita yang kecil ini, yang akibat laknat dosa merupakan satu-satunya noda hitam dalam semesta alam ciptaan-Nya yang mulia itu, akan dihormati melebihi segala dunia lain yang ada di semesta alam Allah. Di sinilah tempat Anak Allah telah tinggal di antara manusia; tempat Raja Kemuliaan hidup, menderita dan mati,—di sinilah apabila kelak Ia membarui segala sesuatu, bait Allah akan ada di antara manusia “Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.” Maka sepanjang zaman yang kekal sementara orang-orang tebusan berjalan dalam cahaya Tuhan kelak, mereka akan memuji-muji Dia karena Karunia-Nya yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, Imanuel, “Allah menyertai kita.” [KSZ1 21.3]

Lebih seribu tahun lamanya bangsa Yahudi telah menantikan kedatangan Juruselamat. Atas peristiwa ini mereka telah meletakkan harapan-harapan mereka yang paling gemilang. Dalam nyanyian dan nubuatan, dalam upacara Bait Suci dan perbaktian di rumah tangga, mereka telah memuja-muja nama-Nya. Namun pada kedatangan-Nya, mereka tidak mengenal Dia. Buah Hati surga itu bagi mereka adalah “Sebagai tunas dari tanah kering,” Adapun Ia “tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada;” dan mereka itu tidak melihat dalam diri-Nya kecantikan rupa sehingga mereka harus merindukan Dia. “Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerimaNya.” Yes. 53:2; Yoh. 1:11. [KSZ1 23.1]

Namun demikian Allah telah memilih Israel, Ia telah memanggil mereka untuk memelihara di antara manusia pengetahuan tentang hukum-Nya, dan tentang lambang-lambang dan nubuatan-nubuatan yang menunjuk kepada Juruselamat. Ia menghendaki agar mereka menjadi mata air keselamatan bagi dunia. Sebagaimana Abraham di negeri pengembaraannya, sebagaimana Yusuf di Mesir, dan Daniel di istana Babel, demikian juga seharusnya orang Ibrani di antara segala bangsa. Mereka harus menyatakan Allah kepada umat manusia. [KSZ1 23.2]

Dalam panggilan kepada Abraham Tuhan telah berfirman, “Aku akan memberkati engkau ... dan engkau akan menjadi berkat,... dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Kej. 12.2,3. Ajaran yang sama telah diulang-ulangi dengan perantaraan nabi-nabi. Sekalipun sesudah Israel dilemahkan oleh peperangan dan perhambaan, masih juga janji itu milik mereka, “Maka sisa-sisa Yakub akan ada di tengah-tengah banyak bangsa seperti embun dari pada Tuhan seperti deras hujan ke atas tumbuh-tumbuhan yang tidak menanti-nantikan orang dai tidak mengharap-harapkan anak manusia.” Mikha 5:6. Mengenai Bait Suci yang di Yerusalem, Tuhan menegaskan dengan perantaraan Yesaya, RumahKu akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. Yes. 56.7. [KSZ1 23.3]